CAF CoreNet AppFoundry
PJ
K05

Aplikasi Pajak & Kepatuhan Perusahaan

Kalender Kewajiban, PPN & Bukti Potong

◐ Pre-order 18 hari Level C

Aplikasi ini dibangun setelah pesanan masuk, selesai dalam 18 hari kerja.

☆☆☆☆☆ belum ada ulasan 0 terjual 27 dilihat Kode K05 Diperbarui 8 Oct 2026

Untuk perusahaan yang mengurus sendiri kewajiban pajaknya. Yang paling menekan dalam urusan pajak bukan hitungannya, melainkan tanggalnya: hampir setiap jenis pajak punya batas setor dan batas lapor yang berbeda, dan sanksinya berjalan otomatis per bulan tanpa peringatan. Kalender kewajiban menaruh semuanya di satu tempat, lengkap dengan nilai dan statusnya. PPN dicatat dua sisi — keluaran dan masukan — beserta jatah nomor seri faktur yang sering habis di tengah bulan. Bukti potong PPh 23 dan 26 terbit dari data lawan transaksi, sehingga yang tidak ber-NPWP otomatis kena tarif lebih tinggi. Aset tetap disusutkan menurut kelompok fiskal, dan selisihnya terhadap penyusutan pembukuan tercatat sebagai koreksi fiskal yang siap dipakai di SPT Tahunan.

Paket dan harga

PaketFiturLisensiRemote deployment
Basic
Fitur inti untuk mulai berjalan.
5 modul Rp 1.250.000 Rp 1.500.000 Pilih
Standard populer
Inti ditambah operasional harian.
10 modul Rp 3.000.000 Rp 1.500.000 Pilih
Profesional
Operasional penuh dengan laporan dan analitik.
20 modul Rp 5.500.000 Rp 2.000.000 Pilih
Enterprise
Seluruh modul, termasuk integrasi dan multi-cabang.
30 modul Rp 9.000.000 Rp 3.000.000 Pilih

Deployment bersifat pilihan. Bila Anda memasang sendiri, yang dibayar hanya lisensi. On-site tersedia dengan tambahan biaya.

Fitur aplikasi

Ringkasan

  • ✓ 📊 Dasbor Kepatuhan Basic Kewajiban yang jatuh tempo bulan ini beserta posisi PPN kurang atau lebih bayar. Denda pajak berjalan otomatis, jadi yang perlu terlihat lebih dulu adalah tanggalnya, bukan angkanya.

PPN

  • ✓ 🧾 Faktur Pajak Keluaran Basic PPN yang dipungut dari pelanggan. Nomor seri faktur berasal dari jatah yang diberikan DJP dan harus dipakai berurutan — nomor yang lompat akan dipertanyakan.
  • ✓ 📥 Faktur Pajak Masukan Basic PPN yang dibayar ke pemasok dan bisa dikreditkan. Faktur masukan yang belum disetujui DJP tidak boleh dikreditkan — dan itulah selisih yang paling sering muncul saat pemeriksaan.
  • ✓ 🔢 Jatah Nomor Seri Faktur Profesional Rentang nomor seri dari DJP beserta sisanya. Jatah yang habis di tengah bulan menghentikan penerbitan faktur — dan permintaan tambahan tidak terbit dalam sehari.
  • ✓ ⚖️ Rekonsiliasi PPN Profesional Peredaran usaha menurut pembukuan dibandingkan dengan DPP faktur keluaran. Selisih yang tidak dijelaskan adalah temuan pemeriksaan yang paling umum.
  • ✓ 💱 Restitusi & Kompensasi Profesional Lebih bayar PPN yang dimintakan kembali atau dikompensasikan. Restitusi hampir selalu memicu pemeriksaan, sehingga kompensasi sering dipilih walaupun uangnya tertahan lebih lama.

Kepatuhan

  • ✓ 📅 Kalender Kewajiban Pajak Basic Setiap jenis pajak dengan batas setor dan batas lapornya. Sanksi keterlambatan berjalan per bulan tanpa peringatan, jadi kalender inilah yang paling sering dibuka.
  • ✓ 🏦 Setoran Pajak (e-Billing) Standard Kode billing dan bukti penerimaan negara. NTPN adalah bukti sah bahwa pajak sudah dibayar — tanpa itu, transfer bank saja tidak berarti apa-apa di mata DJP.
  • ✓ 📤 Pelaporan SPT Standard SPT yang sudah dilaporkan beserta bukti penerimaannya. Nomor tanda terima elektronik adalah satu-satunya bukti bahwa laporan benar-benar masuk.
  • ✓ ⚠️ Sanksi & Denda Profesional Denda telat lapor dan bunga telat setor. Bunga dihitung per bulan dari tanggal jatuh tempo — menunda satu minggu dan satu bulan dikenakan sama.
  • ✓ 🗄️ Arsip Dokumen Pajak Profesional Berkas pendukung yang wajib disimpan sepuluh tahun. Saat pemeriksaan, dokumen yang tidak bisa ditunjukkan dianggap tidak pernah ada.
  • ✓ 🔗 Transaksi Afiliasi Enterprise Transaksi dengan pihak berelasi beserta dokumen penentuan harganya. Di atas ambang tertentu, dokumen transfer pricing wajib ada sebelum SPT dilaporkan, bukan saat diminta.
  • ✓ 🌐 Tarif P3B & SKD Enterprise Tarif PPh 26 yang diturunkan berdasarkan perjanjian penghindaran pajak berganda. Tanpa SKD yang masih berlaku, tarif kembali ke 20% dan selisihnya ditanggung perusahaan.
  • ✓ 📜 Kebijakan & Perubahan Aturan Enterprise Peraturan baru yang memengaruhi perhitungan. Tarif dan skema pajak berubah lebih sering daripada yang diperkirakan, dan berlakunya sering surut.

PPh

  • ✓ ✂️ Bukti Potong (e-Bupot) Basic Bukti potong PPh 23 dan 26 atas jasa. Lawan transaksi menagih dokumen ini untuk dikreditkan di SPT mereka — keterlambatan menerbitkannya langsung jadi keluhan.
  • ✓ 👥 PPh 21 Karyawan Standard Potongan pajak penghasilan tiap karyawan per bulan. Sejak skema TER, potongan bulanan memakai tarif efektif dan baru dihitung ulang di Desember — selisihnya harus disiapkan sejak awal.

Aset

  • ✓ 🏭 Aset Tetap & Penyusutan Fiskal Standard Harta berwujud beserta kelompok fiskalnya. Penyusutan fiskal memakai kelompok harta 1–4 dan sering berbeda dari penyusutan pembukuan — selisihnya jadi koreksi fiskal di SPT Tahunan.

Laporan

  • ✓ 📅 Kewajiban per Status Standard Berapa yang sudah lapor dan berapa yang lewat tempo. Satu kewajiban lewat tempo berarti sanksi bunga sudah mulai berjalan.
  • ✓ 🧾 PPN Keluaran per Status Faktur Profesional PPN yang dipungut menurut status fakturnya. Faktur yang masih draf belum menjadi kewajiban, tetapi juga belum bisa ditagihkan ke pembeli.
  • ✓ ✂️ Bukti Potong per Jenis PPh Profesional Sebaran pemotongan menurut jenis penghasilan. Tarif yang salah pilih di sini menghasilkan kurang potong yang ditagih beserta sanksinya.
  • ✓ 🧮 Koreksi Fiskal per Jenis Enterprise Beda tetap dan beda waktu beserta nilainya. Beda tetap menaikkan pajak selamanya; beda waktu hanya menggesernya ke tahun lain.
  • ✓ 🏭 Penyusutan Fiskal per Kelompok Enterprise Beban penyusutan menurut kelompok harta. Salah menempatkan aset di kelompok yang lebih pendek adalah koreksi yang mudah ditemukan pemeriksa.

PPh Badan

  • ✓ 🧮 Koreksi Fiskal Profesional Beda antara laba komersial dan laba fiskal. Biaya jamuan tanpa daftar nominatif dan sumbangan yang tidak memenuhi syarat adalah koreksi yang hampir selalu muncul.
  • ✓ 📈 Angsuran PPh 25 Profesional Angsuran bulanan berdasarkan SPT Tahunan sebelumnya. Bila laba tahun berjalan turun tajam, angsuran boleh diajukan turun — sedikit yang memanfaatkannya.

Data Induk

  • ✓ 🤝 Lawan Transaksi Profesional Pelanggan dan pemasok beserta status NPWP-nya. Lawan transaksi tanpa NPWP dikenakan tarif potong dua kali lipat — itu keputusan tarif, bukan sekadar data kosong.

Tata Kelola

  • ✓ 🏢 Entitas & NPWP Cabang Enterprise Beberapa badan hukum atau cabang dalam satu grup. Tiap NPWP punya kewajiban sendiri — pemusatan PPN harus diajukan dan disetujui, tidak bisa diasumsikan.
  • ✓ ✅ Persetujuan Berjenjang Enterprise SPT dan setoran di atas nilai tertentu perlu persetujuan direksi. Angka yang sudah dilaporkan ke DJP hanya bisa diperbaiki lewat pembetulan, jadi pemeriksaan sebelum kirim lebih murah.
  • ✓ 🔍 Jejak Audit Enterprise Perubahan pada faktur, bukti potong, dan angka SPT. Faktur yang diubah setelah diunggah ke DJP adalah hal pertama yang ditelusuri pemeriksa.

Sengketa

  • ✓ 🔎 Pemeriksaan & Sengketa Enterprise Surat pemeriksaan, SKP, keberatan, sampai banding. Batas waktu tanggapan bersifat mutlak — lewat sehari, hak keberatan gugur seluruhnya.

Integrasi

  • ✓ 🔌 Integrasi DJP & Akuntansi Enterprise Sambungan ke Coretax, e-Faktur, e-Bupot, dan sistem akuntansi. Sinkron yang gagal diam-diam membuat faktur terbit di satu sisi tetapi tidak terbaca di sisi lain.

Varian penyajian

Aplikasi yang sama, dengan istilah dan data contoh yang disesuaikan:

  • ✓Perusahaan Manufaktur
  • ✓Perusahaan Jasa
  • ✓Kantor Konsultan Pajak

Kebutuhan server

  • ✓PHP 8.1 atau lebih baru
  • ✓MySQL 5.7 / MariaDB 10.4 atau lebih baru
  • ✓Ruang penyimpanan 500 MB
  • ✓Sertifikat SSL untuk domain Anda

← Kembali ke katalog